Cirebon – Kreativitas dan kemampuan mahasiswa Program Studi Rekayasa Komputer dan Jaringan (RKJ) Politeknik Siber Cerdika Internasional (Poltek SCI) kembali ditunjukkan melalui pelaksanaan Ujian Akhir Semester (UAS) berbasis praktik pada mata kuliah Internet of Things (IoT) yang dilaksanakan pada Sabtu, 25 Juli 2026.
Mahasiswa Prodi RKJ Poltek SCI Tampilkan Inovasi Internet of Things (IoT)
Berbeda dengan ujian pada umumnya, mahasiswa tidak hanya mengikuti tes tertulis, tetapi ditantang untuk merancang, membangun, dan mempresentasikan prototype berbasis Internet of Things (IoT) yang mampu memberikan solusi terhadap berbagai permasalahan di masyarakat.
Kegiatan ini dibimbing langsung oleh Sudrajat, M.Kom. selaku dosen pengampu mata kuliah Internet of Things (IoT) dan turut dihadiri oleh Kepala Program Studi Rekayasa Komputer dan Jaringan (RKJ), Eko Siswo Adi Sahputra, M.Kom., yang memberikan apresiasi atas kreativitas dan inovasi mahasiswa selama proses presentasi proyek.
Pada pelaksanaan UAS tersebut, mahasiswa dibagi ke dalam empat kelompok yang masing-masing menghadirkan prototype dengan konsep dan fungsi yang berbeda.

Adapun inovasi yang berhasil dipresentasikan meliputi:
- Smart Parking System, sebuah sistem parkir pintar yang mampu membantu mendeteksi ketersediaan slot parkir secara otomatis sehingga memudahkan pengguna dalam mencari area parkir.
- Sistem Deteksi Kosmetik, prototype yang dirancang untuk membantu proses identifikasi atau pendeteksian produk kosmetik menggunakan sensor sebagai bentuk penerapan teknologi IoT pada sektor kesehatan dan keamanan produk.
- Smart Wind Dryer Gabah, sistem otomatis yang memanfaatkan sensor dan kipas untuk membantu proses pengeringan gabah agar lebih efektif sesuai kondisi lingkungan.
- Smart Soil Moisture Monitoring, sebuah sistem pendeteksi kelembapan tanah yang mampu memberikan notifikasi suara secara otomatis ketika kondisi tanah terdeteksi kering, sehingga dapat membantu proses penyiraman tanaman secara lebih efisien.
Menurut Sudrajat, M.Kom., penerapan metode pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning) menjadi salah satu pendekatan yang efektif dalam meningkatkan kemampuan mahasiswa untuk mengintegrasikan teori dengan praktik secara langsung.
“Mahasiswa tidak hanya memahami konsep Internet of Things, tetapi juga mampu menghasilkan solusi nyata yang dapat dikembangkan dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Sementara itu, Kaprodi RKJ, Eko Siswo Adi Sahputra, M.Kom., menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bukti komitmen Program Studi RKJ Poltek SCI dalam mencetak lulusan yang memiliki kompetensi di bidang teknologi digital, khususnya pada pengembangan perangkat berbasis Internet of Things.
Melalui Ujian Akhir Semester berbasis praktik ini, Poltek SCI terus mendorong mahasiswa untuk berpikir kreatif, inovatif, serta mampu menghasilkan karya yang relevan dengan kebutuhan industri dan masyarakat. Pendekatan pembelajaran seperti ini diharapkan dapat memperkuat kompetensi lulusan sehingga siap menghadapi tantangan dunia kerja maupun perkembangan teknologi di era transformasi digital.






