YOGYAKARTA, 3 September 2026 – Inovasi dan peningkatan mutu pendidikan adalah sebuah perjalanan yang tidak pernah berhenti. Menyadari hal tersebut, Politeknik Siber Cerdika Internasional (Politeknik SCI) Cirebon terus melakukan langkah-langkah agresif untuk memperluas wawasan dan memutakhirkan sistem pembelajarannya.

Pada tanggal 3 September 2026, jajaran pimpinan tertinggi Politeknik SCI melakukan kunjungan kerja dan studi banding (benchmarking) strategis ke salah satu perguruan tinggi vokasi terkemuka dan tertua di Indonesia, yakni Politeknik LPP Yogyakarta. Kunjungan ini mengusung misi besar untuk melakukan serapan ilmu manajerial dan akademik demi kemajuan institusi ke depan.
Rombongan delegasi dari Politeknik SCI yang bertolak ke Kota Gudeg ini bukan sembarang delegasi. Kunjungan ini dipimpin langsung oleh Direktur Politeknik SCI, didampingi oleh Wakil Direktur, Kepala Program Studi (Kaprodi) PTP, serta perwakilan Dosen dari Program Studi PTP.

Susunan delegasi yang komplit ini menunjukkan keseriusan kampus dalam menyerap berbagai best practice (praktik baik) yang nantinya akan diimplementasikan secara holistik di kampus Cirebon. Pemilihan Politeknik LPP Yogyakarta sebagai destinasi kunjungan sangatlah beralasan.
Politeknik LPP dikenal luas memiliki rekam jejak yang sangat cemerlang dalam mengelola pendidikan vokasi yang tersinkronisasi kuat dengan kebutuhan nyata di dunia industri, khususnya pada sektor teknologi perkebunan dan agroindustri.
Setibanya di kampus Politeknik LPP Yogyakarta, rombongan Politeknik SCI disambut dengan keramahan khas budaya Jawa oleh jajaran direksi dan senat akademik tuan rumah. Agenda utama dari kunjungan ini terbagi menjadi dua sesi besar: sesi diskusi panel di ruang sidang utama dan sesi observasi lapangan.

Pada sesi diskusi, pimpinan kedua politeknik banyak bertukar pikiran mengenai tantangan pengelolaan pendidikan vokasi di era modern. Fokus utama diskusi mengerucut pada pengembangan kurikulum Teaching Factory (TEFA)—sebuah model pembelajaran berbasis produksi barang atau jasa yang mengadopsi standar industri secara nyata di dalam lingkungan kampus.
Politeknik SCI ingin mempelajari secara mendalam bagaimana LPP Yogyakarta sukses merancang TEFA yang tidak hanya menjadi sarana praktik mahasiswa, tetapi juga mampu menghasilkan nilai ekonomi dan diakui oleh pihak swasta maupun BUMN.
Setelah diskusi manajerial yang intens, agenda dilanjutkan dengan campus tour. Delegasi Politeknik SCI diajak berkeliling untuk meninjau fasilitas pendukung akademik di Politeknik LPP. Kaprodi PTP dan para dosen dari Poltek SCI menaruh perhatian khusus saat mengunjungi laboratorium pengolahan, greenhouse, hingga sarana praktik simulasi industri yang dimiliki oleh LPP.
Observasi langsung ini sangat esensial bagi jajaran prodi PTP Politeknik SCI guna mendapatkan inspirasi segar tentang penataan tata ruang laboratorium, spesifikasi peralatan praktik terkini, hingga Standar Operasional Prosedur (SOP) keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di lingkungan praktikum yang memenuhi standar nasional.
Kunjungan kerja yang berlangsung seharian penuh ini diakhiri dengan kesepakatan-kesepakatan taktis yang sangat menggembirakan. Kunjungan ini bukan sebatas silaturahmi akademik biasa, melainkan embrio lahirnya sinergi antar-institusi vokasi.
Direktur Politeknik SCI menyatakan rasa optimisnya bahwa berbagai wawasan berharga yang didapat dari Politeknik LPP Yogyakarta dapat segera diadaptasi dan dimodifikasi sesuai dengan visi-misi Politeknik SCI di Cirebon. Rencana perumusan Memorandum of Understanding (MoU) pun mengemuka, membuka peluang bagi program kolaboratif seperti pertukaran tenaga ahli, penelitian terapan lintas kampus, hingga pemanfaatan jaringan industri untuk penempatan magang mahasiswa.
Dengan semangat “Amati, Tiru, Modifikasi”, Politeknik SCI semakin memantapkan langkahnya untuk mencetak lulusan vokasi yang tidak hanya cerdas berteori, namun juga sangat terampil dan siap tempur di kancah industri global.






