CIREBON, September 2026 – Perguruan tinggi sejatinya bukanlah tempat untuk mencetak robot penghafal teori, melainkan kawah candradimuka untuk melahirkan pemikir yang visioner, inovator yang adaptif, dan pemimpin masa depan.

Memahami esensi tersebut, Politeknik Siber Cerdika Internasional (Politeknik SCI) merancang kegiatan orientasi mahasiswanya tidak sekadar berisi pengenalan tata letak gedung kampus, tetapi juga asupan intelektual tingkat tinggi.
Dalam rangkaian Sibermaru 4.0 tahun ini, Poltek SCI secara khusus menghadirkan sesi “Expert Insight”, sebuah forum pencerahan wawasan yang menghadirkan tiga pakar akademisi dan praktisi kaliber nasional untuk membedah berbagai isu krusial lintas disiplin ilmu.

Pembicara pertama yang sukses membius perhatian para mahasiswa baru adalah Bapak Nono Sasongko, figur karismatik yang saat ini menjabat sebagai Direktur Pendidikan Profesi Bakti Nusantara (P2BN) Cirebon. Dalam paparannya, Bapak Nono menyoroti pentingnya pembentukan karakter profesional sejak hari pertama menginjakkan kaki di bangku kuliah.
Beliau membongkar mitos bahwa kesuksesan di dunia kerja hanya ditentukan oleh ijazah dengan nilai cumlaude. Lebih dari itu, beliau menekankan pentingnya attitude (sikap), etika kerja, integritas moral, serta kemampuan komunikasi intrapersonal.

Melalui studi kasus yang relevan dengan realita industri di wilayah Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan), beliau mengajak mahasiswa baru untuk mulai membangun portofolio keahlian dan tidak menjadi “generasi rebahan” yang pasif menghadapi kerasnya persaingan global.
Sesi kemudian dilanjutkan oleh Ibu Dyah Ayu Kunthi Puspitasari, S.E., M.B.A., akademisi cerdas yang saat ini mengabdi sebagai Dosen di Politeknik Negeri Madiun. Mengusung tema seputar inovasi bisnis dan kewirausahaan di era disrupsi digital, Ibu Dyah sukses membuka mata para peserta tentang luasnya peluang ekonomi yang bisa diciptakan melalui pemanfaatan teknologi siber.

Dengan latar belakang pendidikan bisnis dari dalam dan luar negeri, beliau memaparkan bagaimana cara membaca tren pasar, mendeteksi masalah di masyarakat, dan merumuskannya menjadi ide bisnis (start-up) yang memiliki nilai keekonomian.
Pemaparan beliau sangat relevan, khususnya bagi mahasiswa Program Studi Bisnis Digital Poltek SCI, yang dituntut untuk tidak hanya siap menjadi pekerja, tetapi juga siap menjadi pencipta lapangan pekerjaan (job creator).

Puncak intelektualitas dari sesi Expert Insight ini ditutup dengan gemilang oleh Bapak Lala Hucadinota Ainul Amri, S.Pd., S.M., M.Si., Ph.D., yang juga merupakan Dosen inspiratif dari Politeknik Negeri Madiun. Dengan gelar doktornya, Bapak Lala membawa perspektif akademik global ke ruang auditorium Politeknik SCI.
Pemaparan beliau terfokus pada pentingnya literasi data, metodologi berpikir ilmiah, dan urgensi riset terapan dalam sistem pendidikan vokasi. Beliau menantang para mahasiswa baru untuk tidak takut bersinggungan dengan jurnal internasional, kecerdasan buatan, dan teknologi big data.

Mahasiswa diajak untuk memiliki pola pikir “Global-Lokal”, yakni memiliki wawasan berstandar internasional namun tetap mampu mengaplikasikannya untuk menyelesaikan permasalahan nyata di tingkat lokal daerah.
Kehadiran ketiga tokoh pakar ini dalam sesi Expert Insight Sibermaru 4.0 benar-benar menjadi “suntikan vitamin” intelektual yang sangat mahal harganya bagi para mahasiswa baru. Interaksi tanya jawab yang berlangsung panjang dan kritis membuktikan bahwa materi yang disampaikan berhasil merangsang nalar berpikir mereka.
Politeknik SCI berkomitmen untuk terus menghadirkan ruang-ruang diskusi bermutu seperti ini, tidak hanya pada masa orientasi, tetapi secara berkelanjutan melalui kuliah tamu maupun seminar nasional. Melalui asupan ilmu langsung dari para pakarnya, mahasiswa baru Angkatan ke-4 diharapkan siap berlari kencang menyongsong dinamika perkuliahan dengan paradigma yang baru, terbuka, dan visioner.







