Menyongsong tahun ajaran 2026/2027, Politeknik Siber Cerdika Internasional (Poltek SCI) menyiapkan terobosan kurikulum inovatif melalui implementasi program 2+2. Skema ini dirancang sebagai model pendidikan internasional, di mana mahasiswa akan menempuh dua tahun pertama masa studi di dalam negeri, kemudian melanjutkan dua tahun berikutnya di luar negeri, khususnya di Jepang yang menjadi salah satu mitra strategis institusi.
Program 2+2 ini menjadi langkah progresif dalam mentransformasi sistem pendidikan vokasi agar lebih adaptif terhadap kebutuhan global. Selama dua tahun awal, mahasiswa akan dibekali dengan fondasi keilmuan, keterampilan dasar, serta penguatan karakter dan bahasa asing. Selanjutnya, pada dua tahun berikutnya, mahasiswa akan mendapatkan pengalaman belajar sekaligus praktik langsung di lingkungan internasional, baik melalui perkuliahan lanjutan, program magang, maupun kolaborasi industri.

Ketua Yayasan, Dr. Taufik Ridwan, menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari strategi besar dalam mempercepat internasionalisasi lulusan Poltek SCI. Dengan menghadirkan pengalaman belajar lintas negara, mahasiswa tidak hanya memperoleh ilmu akademik, tetapi juga kemampuan adaptasi terhadap perbedaan budaya, sistem kerja, serta standar profesional global.
Lebih lanjut, dengan menghabiskan dua tahun masa studi di luar negeri, mahasiswa diharapkan mendapatkan paparan langsung terhadap budaya kerja internasional yang dikenal disiplin, efisien, dan berorientasi pada kualitas. Selain itu, mereka juga berpeluang memperoleh kualifikasi akademik yang diakui secara global, sehingga membuka akses yang lebih luas untuk berkarier di perusahaan multinasional maupun melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi.
Melalui program 2+2 ini, Poltek SCI menegaskan komitmennya dalam menciptakan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki pengalaman internasional yang kuat, sehingga mampu bersaing dan berkontribusi secara nyata di era globalisasi.







