Gimana Kita Membuat Website Portofolio Pakai Vercel
Saat ini, website portofolio bisa membantu kita memperkenalkan kemampuan, pengalaman, dan hasil karya kepada orang lain.
Selain itu, kita tidak perlu membeli server sendiri untuk membuat website portofolio. Dengan menggunakan Vercel, kita dapat mengembangkan sekaligus mempublikasikan website secara praktis.
Apa Itu Vercel?
Vercel merupakan platform yang membantu developer membangun, menjalankan, dan mempublikasikan website. Platform ini mendukung berbagai framework modern, termasuk Next.js.
Vercel juga terhubung dengan GitHub. Dengan koneksi tersebut, kita bisa mengunggah kode ke repository GitHub dan meminta Vercel menjalankan proses deployment secara otomatis.
Siapkan Bahan yang Kita Butuhkan
Sebelum membuat website, kita perlu menyiapkan beberapa hal. Kita membutuhkan:
- Akun GitHub
- Akun Vercel
- Editor kode seperti Visual Studio Code
- Data diri dan informasi portofolio
- Foto profil jika kita ingin menampilkannya
- Daftar proyek atau karya yang ingin kita tampilkan
Setelah semua bahan siap, kita bisa mulai membuat website.
Buat Project Website
Kita bisa membuat project baru menggunakan framework yang kita kuasai. Jika kita ingin menggunakan Next.js, kita bisa membuat project melalui terminal.
Contohnya, kita bisa menjalankan perintah berikut:
npx create-next-app@latest portfolio
Perintah tersebut akan membuat project Next.js dengan nama portfolio.
Setelah proses selesai, kita bisa masuk ke folder project:
cd portfolio
Kemudian, kita menjalankan website secara lokal:
npm run dev
Browser akan menampilkan website melalui alamat lokal yang diberikan oleh Next.js.
Susun Halaman Portofolio
Kita bisa membuat beberapa bagian penting dalam halaman portofolio. Misalnya, kita bisa membuat bagian:
- Beranda untuk memperkenalkan diri.
- Tentang Saya untuk menjelaskan profil dan kemampuan.
- Proyek untuk menampilkan hasil pekerjaan.
- Keahlian untuk menunjukkan teknologi atau kemampuan yang kita kuasai.
- Kontak untuk memudahkan orang menghubungi kita.
Kita sebaiknya menggunakan desain yang sederhana agar pengunjung bisa menemukan informasi dengan mudah.
Hubungkan Project dengan GitHub
Setelah kita menyelesaikan website, kita perlu menyimpan kode ke GitHub. Kita bisa membuat repository baru, lalu mengunggah seluruh project ke repository tersebut.
GitHub akan menyimpan kode website sehingga kita bisa mengelolanya dengan lebih mudah. Kita juga bisa melakukan perubahan kapan saja tanpa kehilangan versi sebelumnya.
Deploy Website ke Vercel
Setelah kita mengunggah project ke GitHub, kita bisa membuka Vercel dan masuk menggunakan akun GitHub.
Kemudian, kita memilih repository yang berisi project portofolio. Vercel akan membaca konfigurasi project dan menyiapkan proses deployment.
Kita hanya perlu mengikuti beberapa langkah yang tersedia. Setelah proses deployment selesai, Vercel akan memberikan alamat website yang bisa kita buka melalui browser.
Update Website dengan Mudah
Vercel juga memudahkan kita ketika ingin memperbarui portofolio. Kita cukup mengubah kode di komputer, lalu mengunggah perubahan tersebut ke GitHub.
Setelah kita melakukan push ke repository, Vercel akan mendeteksi perubahan tersebut dan menjalankan deployment baru secara otomatis.
Dengan cara ini, kita tidak perlu melakukan proses upload website secara manual setiap kali melakukan perubahan.
Kesimpulan
Kita bisa membuat website portofolio dengan Vercel melalui beberapa langkah sederhana. Kita bisa membuat project, menyusun halaman portofolio, menyimpan kode di GitHub, lalu menghubungkan repository tersebut dengan Vercel.
Setelah itu, Vercel akan membantu kita menjalankan proses deployment. Selanjutnya, Vercel akan memproses dan mempublikasikan website sehingga kita dapat mengaksesnya melalui internet. Dengan demikian, kita dapat menampilkan website portofolio secara online dengan lebih mudah.
Dengan website portofolio yang rapi dan informatif, kita bisa memperkenalkan kemampuan serta karya kepada calon klien, perusahaan, maupun orang lain yang membutuhkan keahlian kita.







