{"id":7893,"date":"2023-02-02T01:50:59","date_gmt":"2023-02-02T01:50:59","guid":{"rendered":"https:\/\/www.polteksci.ac.id\/?p=7893"},"modified":"2024-02-09T01:58:25","modified_gmt":"2024-02-09T01:58:25","slug":"pengertian-vokasi-dan-perbedaan-vokasi-diploma-dan-akademik-sarjana","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/polteksci.ac.id\/blog\/pengertian-vokasi-dan-perbedaan-vokasi-diploma-dan-akademik-sarjana\/","title":{"rendered":"Pengertian Vokasi, dan Perbedaan Vokasi (Diploma) dan Akademik (Sarjana)"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pengertian Vokasi dan Perbedaan Vokasi (Diploma) dan Akademik (Sarjana) &#8211; Program Vokasi adalah program pendidikan jenjang pendidikan tinggi yang mengembangkan individu yang memiliki keahlian dan keterampilan di bidangnya, siap kerja dan mampu bersaing secara global.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Secara umum pendidikan kejuruan (program diploma) bertujuan untuk mempersiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat sebagai tenaga ahli yang profesional yang dibekali dengan kemampuan untuk menerapkan, mengembangkan, dan menyebarluaskan teknologi dan\/atau seni, berusaha memanfaatkannya untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat dan memperkaya budaya bangsa.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Apa perbedaan antara diploma dan gelar sarjana? Apa itu karir, dan mana yang lebih baik untuk pendidikan akademis? Mana yang harus kita pilih? Teman-teman jangan salah pilih karena belum paham perbedaan antara pendidikan tinggi vokasi dan pendidikan sarjana. Baca terus dan temukan opsi terbaik Anda<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pendidikan Vokasi terbagi menjadi 4 jenjang Pendidikan. Yang seting kita kenal dengan jenjang D1, D2, D3, Dan D4. Mari kita kenali satu persatu dari jenjang Pendidikan vokasi<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Program Vokasi D1<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">D1 atau kita sering menyebutnya Diploma 1 dimana program Vokasi D1 memiliki Masa Belajar dalam 1 tahun atau dua semester dengan 32 SKS.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Lulusan dari Pendidikan Vokasi D1 ini akan diberi gelar Ahli Pertama (A.P.) Contoh Ahli Pertama Komputer (A.P.Kom.) Ahli Pertama Pariwisata (A.P.Par) atau Ahli Pertama Pelayaran (A.P.Pel).<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Program Vokasi D2<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Masa studi Diploma 2 (D2) adalah dua tahun atau empat semester, dengan total 64 SKS. Alumni D2 SMK bergelar Ahli Pemuda (A.Ma.), seperti Ahli Pemuda Pelayaran (A.Ma.Pel.), Ahli Pemuda Pendidikan (A.Ma.Pd.), Ahli Pemuda Perpustakaan (A.Ma .Pust..), Ahli Muda Pemeriksaan Kendaraan Bermotor (A.Ma.PKB), dll.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Program Vokasi D3<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Masa studi Diploma 3 (D3) adalah tiga tahun atau enam semester, dengan total 112 SKS. Alumni pendidikan D3 vokasi memiliki Ahli Madya (A.Md.), seperti Ahli Madya Akuntansi (A.Md.Account.), Ahli Madya Asuransi dan Aktuaria (A.Md.AA), Ahli Madya Analisis Kesehatan (A ..Md.AK), Ahli Navigasi Madya (A.Md.Pel.), dll.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Program Vokasi D4<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Lama studi Diploma 4 (D4) adalah empat tahun atau delapan semester, dengan total 144 SKS. Alumni D4 Pendidikan Vokasi memiliki gelar Sarjana Sains Terapan (S.Ter.), seperti Sarjana Teknik Terapan (S.Tr.T) atau Sarjana Matematika Terapan dan Ilmu Pengetahuan Alam (S.Tr.Si).<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Pengertian Pendidikan Sarjana (Akademik)<\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"767\" height=\"433\" src=\"https:\/\/www.polteksci.ac.id\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/Screenshot_193.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-7896\" srcset=\"https:\/\/polteksci.ac.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/Screenshot_193.png 767w, https:\/\/polteksci.ac.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/Screenshot_193-600x339.png 600w, https:\/\/polteksci.ac.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/Screenshot_193-300x169.png 300w\" sizes=\"(max-width: 767px) 100vw, 767px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selanjutnya, mari kita bicara tentang pendidikan akademik, teman-teman. Apa yang dimaksud dengan pendidikan akademik? Pendidikan akademik adalah pendidikan tinggi yang bertujuan untuk menguasai dan mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni. Juga dikenal sebagai program sarjana, pendidikan akademik lebih berfokus pada teori ilmiah. Seperti yang Anda ketahui, pendidikan akademik bertingkat dari S1 (Sarjana), S2 (Magister) hingga S3 (PhD). Bagaimana mereka berbeda? Mari kita mulai.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Program Sarjana S1<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Masa studi program sarjana adalah empat tahun atau delapan semester, dengan jumlah sks 144 \u2013 160 sks. Alumni pendidikan akademik sarjana memiliki gelar sarjana diikuti dengan inisial program studinya, seperti Sarjana Administrasi Niaga (SAB), Sarjana Kedokteran (S.Ked.) atau Sarjana Sains (S.Si.).<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Program Magister S2<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Lama studi program magister adalah dua tahun atau empat semester, dengan beban 36 sks. Lulusan lulusan Pendidikan Akademik bergelar magister diikuti dengan inisial program studinya, seperti Magister Administrasi Bisnis (M.A.B.), Magister Kenotariatan (M.Kn.), atau Magister Teknologi Informasi (M.TI.) .<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Program Doktor S3<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Durasi program doktor adalah tiga setengah sampai lima tahun atau enam sampai empat belas semester. Sama seperti masa studi, jumlah SKS yang harus diselesaikan bervariasi dari satu universitas ke universitas lainnya. Secara khusus, alumni dengan pendidikan Akademik S3 harus menuliskan gelar doktor di depan namanya, seperti Doktor Psikologi (Dr.(Psi.)).<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Pengertian Pendidikan Profesi<\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"700\" height=\"468\" src=\"https:\/\/www.polteksci.ac.id\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/Screenshot_194.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-7897\" srcset=\"https:\/\/polteksci.ac.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/Screenshot_194.png 700w, https:\/\/polteksci.ac.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/Screenshot_194-600x401.png 600w, https:\/\/polteksci.ac.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/Screenshot_194-300x201.png 300w\" sizes=\"(max-width: 700px) 100vw, 700px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ok, jadi kita sudah mengetahui perbedaan antara pendidikan kejuruan dan pendidikan sarjana. Namun ada satu hal lagi yang perlu kita ketahui, yaitu pendidikan kejuruan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Apa itu pendidikan profesional, teman-teman? Pendidikan profesi adalah pendidikan tinggi yang mengikuti program sarjana.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Program pendidikan profesional memungkinkan siswa untuk memenuhi persyaratan keterampilan khusus.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Alumni program pendidikan profesi mendapatkan gelar profesi. Misalnya setelah lulus Fakultas Kedokteran atau Pendidikan Dokter, kita mendapat gelar S.Ked.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk bekerja dan berkarir sebagai dokter, kita harus menempuh dua tahun lagi dalam program pendidikan profesi kedokteran.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah menyelesaikan pendidikan profesi ini, kami bergelar doktor (dr.). Hal yang sama berlaku untuk gelar Keperawatan (Ners.).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah lulus dari jurusan keperawatan dengan gelar sarjana, kita harus menjalani pendidikan profesi selama satu tahun untuk bekerja di institusi kesehatan seperti rumah sakit.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Perbedaan Pendidikan Vokasi (Diploma) dan Akademik (Sarjana)<\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"698\" height=\"470\" src=\"https:\/\/www.polteksci.ac.id\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/Screenshot_195.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-7898\" srcset=\"https:\/\/polteksci.ac.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/Screenshot_195.png 698w, https:\/\/polteksci.ac.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/Screenshot_195-600x404.png 600w, https:\/\/polteksci.ac.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/Screenshot_195-300x202.png 300w\" sizes=\"(max-width: 698px) 100vw, 698px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Saat ini kita dihadapkan pada pilihan memilih program studi pendidikan kejuruan atau pendidikan akademik.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebelum kita tahu bagaimana mereka berbeda, kemungkinan besar kita akan tersesat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Secara keseluruhan, pendidikan kejuruan bertujuan untuk memberi kita keterampilan terapan atau praktis. Komposisi kursus adalah 60% praktis dan 40% teoretis.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sedangkan dalam pendidikan akademik, tujuan kita adalah untuk memperoleh pengetahuan atau teori. Komposisi mata kuliahnya adalah 60% teori dan 40% praktek.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pendidikan akademik lebih fokus pada riset dan inovasi, sedangkan pendidikan vokasi lebih fokus pada peningkatan keterampilan siap kerja.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jadi, keduanya berbeda ya sobat bijak. Bukan berarti yang satu lebih baik dari yang lain. Mereka hanya berbeda.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pengertian Vokasi dan Perbedaan Vokasi (Diploma) dan Akademik (Sarjana) &#8211; Program Vokasi adalah program pendidikan jenjang pendidikan tinggi yang mengembangkan individu yang memiliki keahlian dan keterampilan di bidangnya, siap kerja dan mampu bersaing secara global. Secara umum pendidikan kejuruan (program diploma) bertujuan untuk mempersiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat sebagai tenaga ahli yang profesional yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":35,"featured_media":7911,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_crdt_document":"","content-type":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"_joinchat":[],"footnotes":""},"categories":[388],"tags":[78,81,80],"class_list":["post-7893","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-education","tag-pengertian-vokasi","tag-perbedaan-vokasi-dan-akademik","tag-vokasi-adalah"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.7 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Pengertian Vokasi, dan Perbedaan Vokasi (Diploma) dan Akademik (Sarjana) - Politeknik SCI<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Pengertian Vokasi dan Perbedaan Vokasi (Diploma) dan Akademik (Sarjana) - Program Vokasi adalah program pendidikan jenjang pendidikan tinggi\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/polteksci.ac.id\/blog\/pengertian-vokasi-dan-perbedaan-vokasi-diploma-dan-akademik-sarjana\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pengertian Vokasi, dan Perbedaan Vokasi (Diploma) dan Akademik (Sarjana) - Politeknik SCI\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pengertian Vokasi dan Perbedaan Vokasi (Diploma) dan Akademik (Sarjana) - Program Vokasi adalah program pendidikan jenjang pendidikan tinggi\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/polteksci.ac.id\/blog\/pengertian-vokasi-dan-perbedaan-vokasi-diploma-dan-akademik-sarjana\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Politeknik SCI\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-02-02T01:50:59+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-02-09T01:58:25+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/polteksci.ac.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/Screenshot_192.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"712\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"466\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Dindin Haidar\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Dindin Haidar\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/polteksci.ac.id\\\/blog\\\/pengertian-vokasi-dan-perbedaan-vokasi-diploma-dan-akademik-sarjana\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/polteksci.ac.id\\\/blog\\\/pengertian-vokasi-dan-perbedaan-vokasi-diploma-dan-akademik-sarjana\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Dindin Haidar\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/polteksci.ac.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/edfef719b8189e7f0e556802252b0f32\"},\"headline\":\"Pengertian Vokasi, dan Perbedaan Vokasi (Diploma) dan Akademik (Sarjana)\",\"datePublished\":\"2023-02-02T01:50:59+00:00\",\"dateModified\":\"2024-02-09T01:58:25+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/polteksci.ac.id\\\/blog\\\/pengertian-vokasi-dan-perbedaan-vokasi-diploma-dan-akademik-sarjana\\\/\"},\"wordCount\":806,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/polteksci.ac.id\\\/blog\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/polteksci.ac.id\\\/blog\\\/pengertian-vokasi-dan-perbedaan-vokasi-diploma-dan-akademik-sarjana\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/polteksci.ac.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/02\\\/Screenshot_192.png\",\"keywords\":[\"Pengertian Vokasi\",\"Perbedaan Vokasi dan Akademik\",\"Vokasi Adalah\"],\"articleSection\":[\"Education\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/polteksci.ac.id\\\/blog\\\/pengertian-vokasi-dan-perbedaan-vokasi-diploma-dan-akademik-sarjana\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/polteksci.ac.id\\\/blog\\\/pengertian-vokasi-dan-perbedaan-vokasi-diploma-dan-akademik-sarjana\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/polteksci.ac.id\\\/blog\\\/pengertian-vokasi-dan-perbedaan-vokasi-diploma-dan-akademik-sarjana\\\/\",\"name\":\"Pengertian Vokasi, dan Perbedaan Vokasi (Diploma) dan Akademik (Sarjana) - Politeknik SCI\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/polteksci.ac.id\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/polteksci.ac.id\\\/blog\\\/pengertian-vokasi-dan-perbedaan-vokasi-diploma-dan-akademik-sarjana\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/polteksci.ac.id\\\/blog\\\/pengertian-vokasi-dan-perbedaan-vokasi-diploma-dan-akademik-sarjana\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/polteksci.ac.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/02\\\/Screenshot_192.png\",\"datePublished\":\"2023-02-02T01:50:59+00:00\",\"dateModified\":\"2024-02-09T01:58:25+00:00\",\"description\":\"Pengertian Vokasi dan Perbedaan Vokasi (Diploma) dan Akademik (Sarjana) - Program Vokasi adalah program pendidikan jenjang pendidikan tinggi\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/polteksci.ac.id\\\/blog\\\/pengertian-vokasi-dan-perbedaan-vokasi-diploma-dan-akademik-sarjana\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/polteksci.ac.id\\\/blog\\\/pengertian-vokasi-dan-perbedaan-vokasi-diploma-dan-akademik-sarjana\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/polteksci.ac.id\\\/blog\\\/pengertian-vokasi-dan-perbedaan-vokasi-diploma-dan-akademik-sarjana\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/polteksci.ac.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/02\\\/Screenshot_192.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/polteksci.ac.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/02\\\/Screenshot_192.png\",\"width\":712,\"height\":466,\"caption\":\"Pengertian Vokasi, dan Perbedaan Vokasi (Diploma) dan Akademik (Sarjana)\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/polteksci.ac.id\\\/blog\\\/pengertian-vokasi-dan-perbedaan-vokasi-diploma-dan-akademik-sarjana\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/polteksci.ac.id\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Pengertian Vokasi, dan Perbedaan Vokasi (Diploma) dan Akademik (Sarjana)\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/polteksci.ac.id\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/polteksci.ac.id\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Politeknik SCI\",\"description\":\"Skillfull &amp; Bussiness College\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/polteksci.ac.id\\\/blog\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/polteksci.ac.id\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/polteksci.ac.id\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"Politeknik SCI\",\"url\":\"https:\\\/\\\/polteksci.ac.id\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/polteksci.ac.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/polteksci.ac.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/11\\\/cropped-logo-poltek1-1.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/polteksci.ac.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/11\\\/cropped-logo-poltek1-1.png\",\"width\":819,\"height\":192,\"caption\":\"Politeknik SCI\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/polteksci.ac.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/polteksci.ac.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/edfef719b8189e7f0e556802252b0f32\",\"name\":\"Dindin Haidar\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/polteksci.ac.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/litespeed\\\/avatar\\\/c8d8780b491cd3a9620fe1383125fe2d.jpg?ver=1779690987\",\"url\":\"https:\\\/\\\/polteksci.ac.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/litespeed\\\/avatar\\\/c8d8780b491cd3a9620fe1383125fe2d.jpg?ver=1779690987\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/polteksci.ac.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/litespeed\\\/avatar\\\/c8d8780b491cd3a9620fe1383125fe2d.jpg?ver=1779690987\",\"caption\":\"Dindin Haidar\"},\"description\":\"Penulis konten yang menggabungkan kreativitas manusia dengan wawasan berbasis data dan teknologi AI. Setiap tulisan dirancang untuk informatif, relevan, dan memberikan dampak positif. Jelajahi insight terbaru di blog ini.\",\"url\":\"https:\\\/\\\/polteksci.ac.id\\\/blog\\\/author\\\/dindin\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pengertian Vokasi, dan Perbedaan Vokasi (Diploma) dan Akademik (Sarjana) - Politeknik SCI","description":"Pengertian Vokasi dan Perbedaan Vokasi (Diploma) dan Akademik (Sarjana) - Program Vokasi adalah program pendidikan jenjang pendidikan tinggi","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/polteksci.ac.id\/blog\/pengertian-vokasi-dan-perbedaan-vokasi-diploma-dan-akademik-sarjana\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Pengertian Vokasi, dan Perbedaan Vokasi (Diploma) dan Akademik (Sarjana) - Politeknik SCI","og_description":"Pengertian Vokasi dan Perbedaan Vokasi (Diploma) dan Akademik (Sarjana) - Program Vokasi adalah program pendidikan jenjang pendidikan tinggi","og_url":"https:\/\/polteksci.ac.id\/blog\/pengertian-vokasi-dan-perbedaan-vokasi-diploma-dan-akademik-sarjana\/","og_site_name":"Politeknik SCI","article_published_time":"2023-02-02T01:50:59+00:00","article_modified_time":"2024-02-09T01:58:25+00:00","og_image":[{"width":712,"height":466,"url":"https:\/\/polteksci.ac.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/Screenshot_192.png","type":"image\/png"}],"author":"Dindin Haidar","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Dindin Haidar","Estimasi waktu membaca":"6 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/polteksci.ac.id\/blog\/pengertian-vokasi-dan-perbedaan-vokasi-diploma-dan-akademik-sarjana\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/polteksci.ac.id\/blog\/pengertian-vokasi-dan-perbedaan-vokasi-diploma-dan-akademik-sarjana\/"},"author":{"name":"Dindin Haidar","@id":"https:\/\/polteksci.ac.id\/blog\/#\/schema\/person\/edfef719b8189e7f0e556802252b0f32"},"headline":"Pengertian Vokasi, dan Perbedaan Vokasi (Diploma) dan Akademik (Sarjana)","datePublished":"2023-02-02T01:50:59+00:00","dateModified":"2024-02-09T01:58:25+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/polteksci.ac.id\/blog\/pengertian-vokasi-dan-perbedaan-vokasi-diploma-dan-akademik-sarjana\/"},"wordCount":806,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/polteksci.ac.id\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/polteksci.ac.id\/blog\/pengertian-vokasi-dan-perbedaan-vokasi-diploma-dan-akademik-sarjana\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/polteksci.ac.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/Screenshot_192.png","keywords":["Pengertian Vokasi","Perbedaan Vokasi dan Akademik","Vokasi Adalah"],"articleSection":["Education"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/polteksci.ac.id\/blog\/pengertian-vokasi-dan-perbedaan-vokasi-diploma-dan-akademik-sarjana\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/polteksci.ac.id\/blog\/pengertian-vokasi-dan-perbedaan-vokasi-diploma-dan-akademik-sarjana\/","url":"https:\/\/polteksci.ac.id\/blog\/pengertian-vokasi-dan-perbedaan-vokasi-diploma-dan-akademik-sarjana\/","name":"Pengertian Vokasi, dan Perbedaan Vokasi (Diploma) dan Akademik (Sarjana) - Politeknik SCI","isPartOf":{"@id":"https:\/\/polteksci.ac.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/polteksci.ac.id\/blog\/pengertian-vokasi-dan-perbedaan-vokasi-diploma-dan-akademik-sarjana\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/polteksci.ac.id\/blog\/pengertian-vokasi-dan-perbedaan-vokasi-diploma-dan-akademik-sarjana\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/polteksci.ac.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/Screenshot_192.png","datePublished":"2023-02-02T01:50:59+00:00","dateModified":"2024-02-09T01:58:25+00:00","description":"Pengertian Vokasi dan Perbedaan Vokasi (Diploma) dan Akademik (Sarjana) - Program Vokasi adalah program pendidikan jenjang pendidikan tinggi","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/polteksci.ac.id\/blog\/pengertian-vokasi-dan-perbedaan-vokasi-diploma-dan-akademik-sarjana\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/polteksci.ac.id\/blog\/pengertian-vokasi-dan-perbedaan-vokasi-diploma-dan-akademik-sarjana\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/polteksci.ac.id\/blog\/pengertian-vokasi-dan-perbedaan-vokasi-diploma-dan-akademik-sarjana\/#primaryimage","url":"https:\/\/polteksci.ac.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/Screenshot_192.png","contentUrl":"https:\/\/polteksci.ac.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/Screenshot_192.png","width":712,"height":466,"caption":"Pengertian Vokasi, dan Perbedaan Vokasi (Diploma) dan Akademik (Sarjana)"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/polteksci.ac.id\/blog\/pengertian-vokasi-dan-perbedaan-vokasi-diploma-dan-akademik-sarjana\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/polteksci.ac.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Pengertian Vokasi, dan Perbedaan Vokasi (Diploma) dan Akademik (Sarjana)"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/polteksci.ac.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/polteksci.ac.id\/blog\/","name":"Politeknik SCI","description":"Skillfull &amp; Bussiness College","publisher":{"@id":"https:\/\/polteksci.ac.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/polteksci.ac.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/polteksci.ac.id\/blog\/#organization","name":"Politeknik SCI","url":"https:\/\/polteksci.ac.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/polteksci.ac.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/polteksci.ac.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/cropped-logo-poltek1-1.png","contentUrl":"https:\/\/polteksci.ac.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/cropped-logo-poltek1-1.png","width":819,"height":192,"caption":"Politeknik SCI"},"image":{"@id":"https:\/\/polteksci.ac.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/polteksci.ac.id\/blog\/#\/schema\/person\/edfef719b8189e7f0e556802252b0f32","name":"Dindin Haidar","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/polteksci.ac.id\/blog\/wp-content\/litespeed\/avatar\/c8d8780b491cd3a9620fe1383125fe2d.jpg?ver=1779690987","url":"https:\/\/polteksci.ac.id\/blog\/wp-content\/litespeed\/avatar\/c8d8780b491cd3a9620fe1383125fe2d.jpg?ver=1779690987","contentUrl":"https:\/\/polteksci.ac.id\/blog\/wp-content\/litespeed\/avatar\/c8d8780b491cd3a9620fe1383125fe2d.jpg?ver=1779690987","caption":"Dindin Haidar"},"description":"Penulis konten yang menggabungkan kreativitas manusia dengan wawasan berbasis data dan teknologi AI. Setiap tulisan dirancang untuk informatif, relevan, dan memberikan dampak positif. Jelajahi insight terbaru di blog ini.","url":"https:\/\/polteksci.ac.id\/blog\/author\/dindin\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/polteksci.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7893","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/polteksci.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/polteksci.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/polteksci.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/35"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/polteksci.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7893"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/polteksci.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7893\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":92717,"href":"https:\/\/polteksci.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7893\/revisions\/92717"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/polteksci.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7911"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/polteksci.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7893"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/polteksci.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7893"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/polteksci.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7893"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}