KUNINGAN — Usaha makanan ringan tradisional Keripik 2 Putri yang dikelola oleh Ibu Tati bersama suaminya, Bapak Su’eb, kembali menggeliat setelah sempat berhenti beroperasi akibat pandemi Covid-19. Usaha yang telah dirintis sejak tahun 2005 ini kini mulai menata ulang langkah untuk bertahan dan berkembang di tengah persaingan pasar yang semakin dinamis.
Keripik 2 Putri dikenal dengan produk keripik singkongnya yang memiliki tiga varian rasa, yaitu pedas, original, dan manis. Selain itu, usaha rumahan ini juga memproduksi beragam camilan tradisional lain seperti keripik pisang, keripik bawang, peyek, opak kecimpring dengan varian daun jeruk, seblak, dan original asin, rengginang, serta keripik pedas dengan pilihan rasa gurdasin (gurih pedas asin), misdahsem, dan manis asam.
Setelah kembali beroperasi, distribusi produk Keripik 2 Putri mulai menjangkau wilayah Kuningan dan Beber. Pola pemasaran yang digunakan masih mengandalkan sistem titip jual di toserba, di mana produk dititipkan terlebih dahulu dan keuntungan diambil setelah barang terjual. Untuk harga, keripik singkong dibanderol sangat terjangkau, yakni Rp2.000 per bungkus, sehingga dapat menjangkau berbagai kalangan konsumen.

Dari sisi legalitas, produk Keripik 2 Putri telah memiliki label kemasan dan logo halal, yang menjadi nilai tambah untuk meningkatkan kepercayaan konsumen. Namun demikian, usaha ini masih menghadapi sejumlah kendala utama. Ibu Tati mengungkapkan bahwa keterbatasan modal dan pemasaran menjadi tantangan terbesar dalam mengembangkan usaha mereka saat ini.
Di sisi lain, kesibukan sehari-hari membuat Ibu Tati dan Bapak Su’eb belum memiliki waktu untuk mengikuti pelatihan pemasaran digital. Padahal, mereka menyadari pentingnya pemasaran berbasis digital untuk memperluas jangkauan pasar. Bapak Su’eb menyampaikan keinginannya untuk memiliki akun Shopee agar produk keripik singkongnya dapat dipasarkan secara online dan menjangkau konsumen yang lebih luas.
Dengan semangat bangkit pasca pandemi dan pengalaman panjang dalam mengelola usaha makanan ringan, Keripik 2 Putri diharapkan dapat terus berkembang apabila mendapatkan dukungan, baik dari sisi permodalan maupun pendampingan pemasaran, khususnya pemasaran digital. Upaya ini dinilai penting agar usaha mikro seperti Keripik 2 Putri mampu bersaing dan berkelanjutan di era ekonomi digital.





